Lanskap Ritual Suci di Kaki Gunung Pulosari
Di kaki Gunung Pulosari, Desa Sukasari, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, terdapat dua situs penting yang membentuk satu kesatuan lanskap budaya, yaitu Situs Citaman dan Situs Batu Goong. Gunung Pulosari sendiri memiliki makna sakral dalam Babad Banten sebagai tempat yang dikaitkan dengan perjalanan Maulana Hasanuddin manakala diminta menemui ajar domas. Dalam konteks ini, Citaman dan Batu Goong dipahami sebagai bagian dari tradisi ritual kuno yang memadukan unsur alam, kepercayaan, dan aktivitas keagamaan masyarakat masa lalu.
Berdasarkan penelitian arkeologi, kedua situs berasal dari periode yang sama dan berfungsi saling melengkapi. Situs Citaman berperan sebagai tempat penyucian diri sebelum pelaksanaan ritual, sedangkan Situs Batu Goong di puncak Bukit Kaduguling menjadi pusat pemujaan atau persembahan ruhani. Pola ini mencerminkan tahapan ritual yang dikenal luas dalam tradisi megalitik Nusantara.
Situs Citaman terletak sekitar 500 meter di barat daya Batu Goong dan berupa kompleks mata air serta kolam. Ditemukan berbagai artefak batu seperti batu asah, pipisan, dakon, dan batu berlubang yang memperkuat dugaan fungsinya sebagai tempat ritual pembersihan. Menurut penuturan masyarakat setempat, terdapat sembilan kolam dengan nama dan makna simbolik masing-masing, antara lain Kolam Cikajayaan (kejayaan), Cikaapeusan (pembuangan kesialan), Cipangantenan (jodoh), Cikahuripan (kehidupan), dan Kolam Citaman sebagai kolam utama. Kolam Citaman merupakan yang terbesar, berbentuk persegi enam, memiliki banyak mata air, dan airnya dialirkan ke kolam lain serta Sungai Cigetir.




