Stasiun Kereta Api Krenceng

Stasiun Krenceng dibuka pada 1 Desember 1900, bersamaan dengan pembukaan jalur kereta api menuju Pelabuhan Anyer Kidul.[4] Pada 1 Desember 1914, dibuat sebuah jalur percabangan di Stasiun Krenceng yang mengarah ke daerah Merak untuk mengakomodasi Pelabuhan Merak yang lebih dekat untuk menyeberang ke Lampung.[5]

Pada awalnya, stasiun ini bernama Stopplaats Rantjamerak, yang kemudian diubah menjadi Halte Krentjeng. Ke arah Merak, terdapat dua perhentian yang bernama Tegalwangi dan Sangkamila, yang kini keduanya berstatus nonaktif.[6] Jalur yang menuju ke Anyer Kidul pada awalnya berstatus sebagai jalur utama, sedangkan jalur yang menuju ke Merak berstatus sebagai jalur cabang. Di kemudian waktu, status kedua jalur ini ditukar. Dalam perkembangannya, stasiun ini memiliki banyak percabangan jalur. Ada jalur yang menuju ke Anyer KidulMerak, pabrik Krakatau Steel, serta Pelabuhan Cigading.

Jalur ke Anyer Kidul sudah ditutup untuk pelayanan penumpang pada 2 September 1981 berdasarkan tanggal penutupan resmi PJKA[7] karena perkembangan Pelabuhan Merak yang lebih terjangkau untuk menyeberang ke Lampung daripada lewat Anyer, terkhususnya setelah dibukanya Pelabuhan Bakauheni. Setelah ditutup, jalur cabang tersebut dipotong hanya sampai ke Stasiun Cigading guna kereta api angkutan batu bara tujuan Stasiun Bekasi, yang kini tujuannya diubah menjadi ke Stasiun Nambo.[8] Stasiun ini juga sempat mempunyai percabangan jalur yang mengarah ke Pelabuhan Cigading guna angkutan barang. (Sumber Narasi & Foto : Wikipedia)

  • Peta Lokasi

  • Detail

Kabupaten/Kota : Kota Cilegon
Kategori : Cagar Budaya
Periode : Kolonial
Jenis : Struktur
Nomor Inventaris : 03.01.01.01
Penanggung Jawab : PT. KAI
Nomor SK Penetapan : 430/Kep.298-Disparbud/2020

Alamat/Lokasi

Kampung/Link : Kampung Krenceng
Desa/Kelurahan : Kelurahan Lebak Denok
Kecamatan: Citangkil
  • Foto Terkait

  • Video Terkait

  • Dokumen SK Penetapan

Stasiun Kereta Api Krenceng

Stasiun Krenceng dibuka pada 1 Desember 1900, bersamaan dengan pembukaan jalur kereta api menuju Pelabuhan Anyer Kidul.[4] Pada 1 Desember 1914, dibuat sebuah jalur percabangan di Stasiun Krenceng yang mengarah ke daerah Merak untuk mengakomodasi Pelabuhan Merak yang lebih dekat untuk menyeberang ke Lampung.[5]

Pada awalnya, stasiun ini bernama Stopplaats Rantjamerak, yang kemudian diubah menjadi Halte Krentjeng. Ke arah Merak, terdapat dua perhentian yang bernama Tegalwangi dan Sangkamila, yang kini keduanya berstatus nonaktif.[6] Jalur yang menuju ke Anyer Kidul pada awalnya berstatus sebagai jalur utama, sedangkan jalur yang menuju ke Merak berstatus sebagai jalur cabang. Di kemudian waktu, status kedua jalur ini ditukar. Dalam perkembangannya, stasiun ini memiliki banyak percabangan jalur. Ada jalur yang menuju ke Anyer KidulMerak, pabrik Krakatau Steel, serta Pelabuhan Cigading.

Jalur ke Anyer Kidul sudah ditutup untuk pelayanan penumpang pada 2 September 1981 berdasarkan tanggal penutupan resmi PJKA[7] karena perkembangan Pelabuhan Merak yang lebih terjangkau untuk menyeberang ke Lampung daripada lewat Anyer, terkhususnya setelah dibukanya Pelabuhan Bakauheni. Setelah ditutup, jalur cabang tersebut dipotong hanya sampai ke Stasiun Cigading guna kereta api angkutan batu bara tujuan Stasiun Bekasi, yang kini tujuannya diubah menjadi ke Stasiun Nambo.[8] Stasiun ini juga sempat mempunyai percabangan jalur yang mengarah ke Pelabuhan Cigading guna angkutan barang. (Sumber Narasi & Foto : Wikipedia)

  • Alamat & Peta Lokasi

Kampung Krenceng
Kelurahan Lebak Denok
Kecamatan Citangkil
  • Kategori

Utama : Cagar Budaya
Periode/Masa : Kolonial
Jenis : Struktur
  • Detail

No. Inventaris : 03.01.01.01
No. SK : 430/Kep.298-Disparbud/2020
Penanggung Jawab/Pemilik :
PT. KAI
  • Foto Terkait

  • Video Terkait

  • Dokumen SK Penetapan

Kembali
Lanjut
/
Buka File PDF
Scroll to Top